Kamis, 23 Mei 2013

Pendahuluan Ruqyah Syar'iyyah

Pendahuluan



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


Puji dan Syukur hanya milik Allah Tuhan semesta alam.
Ruqyah Syar'iyyah menurut pandangan sebagian umat adalah sebatas untuk mengobati orang yg terkena gangguan atau kemasukan jin. Sebenarnya Ruqyah Syar'iyyah merupakan sebuah solusi untuk pengobatan islami yang Allah sediakan dari ayat-ayat Al-qur'an dan doa-doa Rasulullah saw, baik untuk penyakit medis maupupun non medis, penyakit ringan maupun berat. 

Ruqyah terbagi dua: Ruqyah Syar'iyyah (Pengobatan dengan jampi-jampi yang sesuai syari'at Nabi saw) dan Ghairu Syar'iyyah (Pengobatan dengan jampi-jampi yang tidak sesuai syari'at Nabi saw).
  1. Ruqyah Syar'iyyah: Pengobatan melalui dzikir dan doa berdasarkan tuntunan Nabi saw, baik dzikir-dzikirnya, tata cara maupun etikanya. Ruqyah syar'iyyah insya Allah bebas dari hukum syirik dan sah menurut islam.
  2. Ruqyah Ghairu Syar'iyyah: Pengobatan yang tidak ada tuntunan dari Nabi saw, baik dzikir, doa tata cara maupun etika atau salah satunya. Contoh dengan menggunakan doa / jampi-jampi kejawen yang tidak jelas artinya, menggunakan media benda-benda keramat, melalui ritual yang tidak ada tuntunan dari Nabi saw, melalui bantuan makhluk halus seperti jin, setan, iblis dll.  Ruqyah ini sangat dekat dengan kemusyrikan yang akan merusak keyakinan kita terhadap Allah SWT sehingga ruqyah seperti ini dilarang oleh Rasulullah saw. 
Nabi mengizinkan ruqyah dengan Alquran, dzikir-dzikir dan do`a-do`a selama tidak mengandung syirik. Seperti disebutkan dalam hadis Dari `Auf Bin Malik, ia berkata: Kami meruqyah di masa jahiliyyah lalu kami katakan kepada Nabi saw: "Wahai Rasulullah! Bagaimana pendapat Anda tentang hal itu?` Beliau menjawab: "Perlihatkanlah ruqyah kalian kepadaku. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik".

Umat islam sudah seharusnya yakin dan tidak lagi meragukan akan keagungan dan kemu'jizatan Al-Qur'an yang sangat luar biasa ini.  Ruqyah syar'iyyah adalah teknik pengobatan milik umat islam yang harus disyukuri dan diamalkan dan dijamin sah menurut islam. Namun faktanya baru sebagian kecil umat islam yang mau memanfaatkan ayat-ayat ruqyah ini, sehingga mereka lebih tertarik dan lebih yakin terhadap pengobatan yang bukan islami, seperti mengadu kepada dukun-dukun daripada merujuk kepada Al-qur'an dari setiap keluhan-keluhannya.   Ketahuilah, bahwa selain sebagai petunjuk hidup, Al-qur'an juga Allah jadikan sebagai obat (As-Syifa') dari segala macam penyakit atau keluhan-keluhan lainnya. 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَا 
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman . QS.Al-Isra':82. 
   
Penulis sudah banyak membuktikan bahwa Al-Qur'an memang benar-benar bisa menjadi obat yang sangat mujarrab (teruji) jika diamalkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.  Pembaca bisa membaca pengalaman-pengalaman kami dalam meruqyah pasien baik penyakit medis maupun non medis.

Semoga Allah selalu menunjuki kita.




KOMENTAR