Kamis, 06 Juni 2013

POKOK-POKOK TAUHID (Kajian Kedua)


KAJIAN
POKOK-POKOK TAUHID



1.        Pengertian Tauhid
2.        Pentingnya Tauhid
3.        Dasar / Landasan Tauhid
4.        Syarat Kedua Syahadat
5.        Syahadat Tauhid
6.        Syahadat Rasul

 A.    Pengertian Tauhid.

Bahasa (lughat): Meng-Esakan – Tiada duanya – Tiada sekutu – Tiada tandingan – Tiada yang setara. Istilah:  Ilmu yang berhubungan dengan ke-Esaan Allah. Secara garis besarnya, Tauhid berrti mensucikan Allah dari sifat-sifat makhluk-Nya), seperti tersebut dalam QS. Al-Ikhlas:

Ayat pertama:   Menolak anggapan Tuhan lebih dari satu, seperti:

1.                                                                 Pendapat pengikut Nasrani: 
                                    1)  Allah adalah satu dari yang tiga.  Al-Maidah: 73.
                  "Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa.

                        2)   Tuhan itu tiga.  An-Nisa’: 171.
"Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu[383], dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya[384] yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya[385]. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari Ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

[383] Maksudnya: janganlah kamu mengatakan Nabi Isa a.s. itu Allah, sebagai yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.
[384] Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang Nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak Yaitu Nabi Isa a.s.
[385] Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah.

Pendapat pengikut  Hindu  :  Adanya tiga Dewa:

1)   Brahma (Pencipta).
2)   Wisnu (Pemelihara).
3)   Syiwa (Perusak). 

Ayat kedua:    Menolak adanya tempat bergantung / berlindung selain Allah.  As-Syura: 9 / Al-Ankabut: 41.
                      "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah.  dan Sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.

                   "Atau Patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang- orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat ketiga:        Menolak anggapan Tuhan beranak, Al-Anbiya’:26.  
                                "dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan[957],
                               [957] Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.

                     Menurut Yahudi: ‘Uzair adalah anak Tuhan, dan Nasrani: Isa Al-Masih putra Maryam adalah anak Tuhan.  At-Taubah:30.
                        "Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?


Ayat keempat: Menolak adanya sesuatu yang menandingi / menyamai Allah.  As-Syura:11                                                       
 “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat”.


 B.     Pentingnya Tauhid

Tauhid adalah ajaran pokok dalam islam yang harus didahulukan sebelum yang lainnya, seperti di sebutkan dalam HR Bukhari dari Ibni Abbas, ia berkata:

قَالَ : " لما بعث النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ - معَاذ بن جبل إِلَى نَحْو أهل الْيمن قَالَ لَهُ : إِنَّك تقدم على قوم من أهل الْكتاب ، فَلْيَكُن أول مَا تدعوهم إِلَى أَن (يوحدوا الله ، فَإِذا عرفُوا ذَلِك فَأخْبرهُم أَن الله - تَعَالَى - فرض عَلَيْهِم خمس صلوَات فِي يومهم وليلتهم ، فَإِذا صلوا فَأخْبرهُم أَن الله افْترض عَلَيْهِم زَكَاة فِي أَمْوَالهم) تُؤْخَذ من غنيهم ، فَترد على فقيرهم ، فَإِذا أقرُّوا بذلك فَخذ مِنْهُم ، وتوق كرائم أَمْوَال النَّاس " . البُخَارِيّ
“Tatkala Nabi saw mengutus Mu’adz bin Jabal menemui penduduk Yaman, beliau berkata kepada Mu’adz: “Dahulukan dari kaum Ahli Kitab, pertama ajaklah mereka agar men-tauhidkan Allah.  Apabila mereka sudah mengetahuinya, beri tahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan shalat lima waktu dalam sehari semalam, setelah mereka mau mengerjakan shalat, beri tahu mereka bahwa Allah mewajibkan zakat harta (mal) yang di ambil dari orang-orang kaya dan di berikan kepada orang miskin, setelah mereka menyadari tentang itu, ambillah (zakat) dari mereka, dan jagalah harta manusia”.

Tauhid juga ajaran yang  pertama kali dida’wahkan oleh para rasul kepada kaumnya, seperti di sebutkan dalam Al-qur’an:

 “Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[826] itu".An-Nahl:36.

[826] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.


Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku". Al-Anbiya’:25.



C.    Dasar / Landasan Tauhid

 Dasar Tauhid: Syahadatain ( Tauhid dan Rasul):


اَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ اِلاّّاللَّهُ  وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللَّهِ
“Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”

Menurut bahasa, syahadat dan kata jadiannya, seperti:

شَهِدَ – شَهِيْدٌ – شَاهِدٌ – شُهُوْدٌ – شَهَا دَةٌ – شُهَدَاءُ

dalam Al-Qur’an memiliki beberapa arti:

1.         Bersaksi.  Al-Maidah: 8  / Al-An’am: 130.
2.         Menyaksikan.  Az-Zukhruf: 19.
3.         Menyatakan dan mengetahui. Ali-Imran: 18.
4.         Mengakui / sumpah. Az-Zukhryf: 86 / Al-Munafiqun: 1-2  / Ali-Imran:86.
5.         Hadir. Al-Baqarah: 185.
6.         Mati syahid.   An-Nsa’: 69.   


D.    Syarat Kedua Syahadat

       Syarat  mengucapkan kedua syahadat antara lain:

1.         Berakal sehat.
2.         Di ucapkan dengan bahasa arab.
3.         Tertib / berurutan antara kedua syahadat.
4.         Mengetahui artinya sekalipun secara mujmal (global). Muhammad: 19  / Al-Baqarah: 13.
5.         Tidak ada paksaan (ikhtiyar). Al-Baqarah: 256.
6.         Tidak ragu dan bersedia menerima islam. Yunus: 104-105.
7.         Melepas agama / keyakinan yang menyalahi islam.  Az-Zukhruf: 26-27 / Al-An’am: 153.
8.         Teguh dan tulus ikhlas menjalani agama.  An-Nisa’: 146.
9.         Taat kepada Allah dan rasul-Nya dan tidak berpaling dari-Nya.   Al-Anfal:20. / An-Nur: 62.
10.     Lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya dari segalanya. At-Taubah: 24.
11.     Mengembalikan permasalahannya hanya kepada Allah & Rasul-Nya.  An- Nisa’: 59                  


E.     Syahadat Tauhid

اَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ اِلاّّاللَّهُ

1.      Konsekuensi syahadat tauhid:

   1)      Meninggalkan / tidak menyembah tuhan selain Allah dengan segala macam bentuknya.  Al-Isra’: 23.
 2)   Menyembah Allah dengan tidak bercampur syirik / tandingan bagi Allah. An-Nisa’:36 / Al-Baqarah: 165.

2.      Rukun Syahadat Tauhid:

1)        An-Nafyu (meniadakan), yaitu: لآ اِلَهَ   (tiada Tuhan / sesembahan).
2)        Al-Itsbat (menetapkan), yaitu: اِلاّّاللَّهُ (menetapkan Allah sebagai Tuhan yang di sembah). 

“…Maka barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah….” QS.Al-Baqarah: 256:
       Thaghut:  Setan / apa saja yang di sembah selain dari Allah.

 Keterangan:
“Maka barang siapa ingkar kepada Thaghut”,  berarti “An-Nafyu” (meniadakan Tuhan).   Sedangkan “dan beriman kepada Allah”,  berarti “Al-itsbat” (menetapkan Allah sebagai Tuhannya).      

3.      Syarat syahadat Tauhid:

1)      Menjadikan Allah sebagai pelindung hidupnya. Al-Baqarah: 257.
2)      Teguh (Istiqamah). Fush-Shilat: 30.
3)      Lebih mencintai Allah dari segala sesuatu.  At-Taubah: 24.
4)      Menyerahkan segala urusannya kepada Allah.  Al-An’am: 71 / Al-Imran: 122.
5)      Merasa tentram dengan mengingat Allah.  Ar-Ra’d: 26.
6)      Taat kepada Rasul-Nya. Ali Imran: 31.
7)      Percaya kepada Kitab yang di turunkan kepada Nabi Muhammad. Muhammad:2.


F.     Syahadat Rasul

                                  وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًارَسُوْلُ اللَّهِ

                                                            1.    Konsekuensi syahadat rasul:

            1)      Meyakini kebenaran Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah.  Ali-Imran: 86 / 144.
           2)      Mentaati syari’at beliau dengan menjalankan apa yang di kerjakan oleh beliau dan meninggalkan apa yang di larangnya. Al-Hasyr: 7.

Ada beberapa amalan pribadi Rasul tidak buat umatnya:

             a.         Poligami, Nabi boleh sampai 9 sedangkan umatnya max 4 istri.
             b.        Boleh malakukan wishol (menyambung puasa), sedangkan bagi umatnya haram.
             c.         Tidak batal wudhu’nya karena tidur.
             d.        Tidak batal wudhu’nya karena sentuhan dengan istri.
           e.         “Tiga perkara bagiku fardhu dan bagi kalian tathawwu’ (sunnah), yaitu Witir, dua rakaat shalat dhuha dan shalat fajar”. HR. Hakim dan Ahmad.

2.    Rukun syahadat rasul:

1)        “Abduhu” (Hamba Allah): Meyakini Nabi Muhammad sebagai hamba Allah / manusia biasa. Al-Kahfi: 110.  Beliau makan dan minum seperti manusia lainnya. Al-Furqan: 20.
عن ابن مسعود رضي الله عنه قال النبي صلى الله عليه وسلم إنما أنا بَشَرٌ مثلكم، أنسى كما تنسون، فإذا نسيت فذكِّروني.
Dari Ibni Mas’ud, Nabi saw bersabda:
“Sesungguhnya aku adalah manusia seperti kalian, aku juga lupa sebagaimana kalian lupa, ketika aku lupa maka ingatkanlah aku”.

Maksudnya: 
Beliau saw di ciptakan dari materil yang sama,  melalui proses yang sama seperti manusia pada umumnya dan berlaku atas beliau apa yang berlaku atas manusia lainnya.

2)        “Wa rasuluh” (Utusan Allah): Meyakini beliau sebagai Rasul Allah dan rasul  terakhir.  Al-Ahzab: 40.

Kedua rukun tersebut menafikan (meniadakan) dua hal:

1.      “Al-ifrath” (berlebih-lebihan) terhadap Nabi Muhammad,   seperti mendewakan / menyembah beliau saw.  Ali Imran: 79-80.
2.      “At-tafrith” (meremehkan), seperti anggapan bahwa Al-Qur’an adalah sihir dan sebaiknya tidak di turunkan kepada orang miskin (Muhammad).  Az-Zukhruf:30-31.


3.             Syarat syahadat rasul:

1)        Menjadikan beliau sebagai teladan hidup.  Al-Ahzab: 21.

Mengenali kepribadian beliau:
a.     Berakhlak mulia, Al-Qalam: 4
      Berkata ‘Aisyah: “Jika anda hendak melihat Al-Qur’an dapat berjalan dialah Nabi Muhammad”.
b.     Bersih tanpa dosa dan salah,  Al-Fath: 2.
c.       Bersifat “Ummi” (tidak dapat baca dan tulis), Al-A’raf: 157./ Al-Jum’ah: 2.
d.      Tidak pernah berguru kepada seseorang,  An-Nahl: 103.           
e.       Hidupnya sebagai “Rahmatan lil ‘Alamin” (rahmat bagi seluruh alam,  Al-Anbiya’: 107.                                                         


2)        Meyakini kebenaran syari’atnya:

1.      Ucapan beliau (Al-qur’an) adalah wahyu dari Allah. An-Najm:4-5/An-Nisa’: 170.
2.      Agama yang di bawa beliau adalah agama haq.  At-Taubah: 33.
3.      Syari’at beliau adalah syari’at yang membenarkan agama / Kitab sebelumnya (tidak bertentangan).  Al-Baqarah: 97.
3)        Mencintai beliau melebihi cintanya terhadap diri sendiri.  Al-Ahzab: 6.




Posting Komentar