Jumat, 21 Juni 2013

Orang yang sah dalam meruqyah



ORANG YANG SAH  DALAM MERUQYAH


Berhati-hatilah dengan seorang peruqyah yang mengatas namakan Ruqyah Syariyyah dengan berpenampilan seorang ustadz  (ulama’) namun dalam praktek ruqyahnya keluar dari kontek syar’iyyah.


Seorang peruqyah yang sah untuk dimintai pertolongan adalah yang memiliki criteria antara lain:


1.   Muslim dan taat beribadah.
2.      Tidak kerjasama dengan jin atau menggunakan media-media sihir dan syirik.
3.      Utamakan yang hafal ayat-ayat al-qur’an dan memahami arti dan kamdungannya.
4.      Mengetahui tata cara dan atika ruqyah.


Ciri-ciri Quqyah Ghairu Syar’iyyah (bukan ruqyah syar’iyyah) antara lain:

1.      Menanyakan tanggal lahir ibu atau bapak atau tanggal lahir pasien.
2.      Menggunakan bacaan / mantra yang bukan dari ayat-ayat Al-Qur’an dan doa Nabi saw.
3.      Menyuruh pasien mandi kembang, mandi tujuh sumur, puasa mutih dan sejenisnya.
4.      Meramal / menebak atau menyebut nama seseorang yang melakukan sihir / santet dll.
5.      Menyauruh pasien menggunakan benda penangkal, seperti wafaq, rajah atau benda lainnya.
6.      Peruqyah mengaku mengetahui hal yang ghaib (tembus pandang), seperti dapat melihat jin dan dapat berkomunikasi dengan mereka.
7.      Peruqyah tidak menjalankan ibadah.
8.      Memindahkan penyakit ke makhluk lain sebagai media, seperti manusia / binatang.

9.      Menggunakan tumbal dengan menyembelih hewan tertentu, seperti ayam hitam dll.




Posting Komentar