Rabu, 21 Mei 2014

Apakah tata cara shalat karangan Nabi saw ?



    Apakah tata cara shalat karangan Nabi saw ?


Dalam sejarah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw kita hanya menemukan adanya perintah shalat lima waktu dan tidak disertai dengan tata cara pelaksanaannya, seperti jumlah rakaat, gerakan maupun bacaannya.  Sehingga muncul pertanyaan dikalangan umat islam,” lantas dari mana tata cara shalat itu berasal”,  apakah dari Allah atau dari pribadi Nabi saw?.

Perlu kita yakini bahwa Nabi saw adalah seorang ma’shum (terjaga dari salah dan dosa) yang semua ucapan dan tindakannya berasal dari wahyu Allah swt.

Allah berfirman:


وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى,  إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى.

“Dan dia tidak berbicara menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm::3-4)



Tata cara wudhu’ dan shalat.

Menjelang waktu subuh setelah Nabi saw menerima perintah shalat lima waktu, tidak lama setelah itu datanglah malaikat Jibril menemui beliau saw untuk mengajari tentang tata cara pelaksanaan istinja’ (bersuci setelah buang air), wudhu’ dan shala. Seperti disebutkan dalam hadis dari Usamah bin Zaid, dari ayahnya (Zaid bin Haritsah), Nabi saw bersabda:

اتانى جبريل فى اول ما أوحى اليّ  فعلمنى الوضوء والصلاة فلما فرغ الوضوء أخذ غرفة من الماء فنضح بها فرجه ( احمد, الدارقطنى وحاكم) حسن.

Datang kepadaku Jibril diawal turunnya wahyu (shalat), maka ia mengajari aku tentang tata cara  wudhu’ dan shalat. Ketika selesai wudhu’ ia mengambil satu ciduk air maka ia menyiramkan pada kemaluannya”. (HR. Ahmad, Daruquthni dan Hakim, hadis ini hasan)

Jadi jelaslah bahwa tata cara thaharah, wudhu, dan shalat yang selama ini kita jalani semuanya itu berasal dari Allah swt, bukan rekayasa atau inisiatif Nabi saw secara pribadi.  Semoga bermanfaat buat kita semua, aamiin.

Kebenaran hanyalah milik Allah


Posting Komentar