Senin, 26 Mei 2014

Tauhid dalam Ibadah dan Doa (Kajian Keenam)



Tauhid dalam Ibadah dan Doa


1)      Kewajiban setiap manusia secara umum:

a.       Beribadah. QS. Adz-Dzariyat: 56.
                        “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

b.      Berdoa (mohon kepada Allah). QS. Mu’min:60.
     “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.

2)      Menjadikan Allah satu-satunya tempat mengabdi, memohon dan berlindung. QS. Al-Fatihah: 5.  Al-Baqarah:257.
Hanya Engkaulah yang kami sembah ([1] ), dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan([2]).
               Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman).

3)      Tidak mencampur dengan kemusyrikan
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.QS. Al-Baqarah: 165.

Contoh:
1.        Bersekutu dengan setan / jin. QS. Jin: 6  / Maryam: 44 / Yasin: 60.
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan ( [3] ) kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. QS.Jin:6.

2.        Menyembah bulan / matahari. QS. Fushshilat: 37.
Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.

3.        Menyembah berhala: QS. Al-An’am: 74.
Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar ( [4]), "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

4.        Menyembah Nabi dan Malaikat. QS. Ali-Imran: 79-80.
Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani ([5] ), karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. 

Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruhmu menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruhmu berbuat kekafiran di waktu kamu sudah (menganut agama) Islam?".

5.        Menyembah Tuhan yang di sembah oleh kafirin, atau menukar sesembahan dengan mereka. QS. Al-kafirun: 2-3.
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

6.        Menyembah hawa nafsunya. QS. Al-Furqan: 43.
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,

       Syirik ada tiga:

1.            Syirkul khafy (syirik samar). 
Nabi saw bersabda:
“Hai manusia! Jauhilah syirik-syirik samar. Sahabat bertanya: Ya Rasulallah, apa syirik samara itu?  Beliau menjawab: “Yaitu seseorang shalat dengan sebaik mungkin dan bersungguh-sungguh karena di lihat manusia, itulah syirik samar.  HR. Ibnu Khuzaimah, Al-Bani menyebut hadis ini Hasan.

Keterangan:
Amalan ini belum ada maksud memperlihatkan kepada orang lain.   Jika ada maksud maka hukumnya menjadi syirik kecil.

2.            Syirkul ashghar (syirik kecil).

·      Riya’
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadapmu adalah syirik kecil. Sahabat bertanya: Apa syirik kecil itu ya rasul ? Beliau menjawab: yaitu riya’ (beramal bukan karena Allah). HR. Ahmad dan Baihaqi.

·      Bersumpah bukan atas nama Allah
من حلف بغير الله فقد أشرك
“Barang siapa  bersumpah dengan selain Allah, maka sesungguhnya ia telah menyekutukan Allah.” (Shahih, Jami’ Shaghir)

3.            Syirkul akbar (syirik besar). Seperti macam-macam syirik tersebut di atas ( nomor 1 s/d 6).

Janganlah kamu sembah di sam­ping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. (Qs. al-Qashash: 88).

4)      Mohon pertolongan dengan tetap sabar dan shalat. QS. Albaqarah: 45.
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

5)      Yakin tidak ada  pertolongan selain dari Allah. QS. Ali-Imran: 126.
Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.




[1]   Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[2]   Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan. Maksudnya pertolongan yang bersifat rohani, contoh minta tolong untuk kemudahan usaha / rizqi dll.  Bukan minta tolong yang bersifat jasmani, contoh minta tolong mengangkat beban berat, mengobati penyakit dll.
[3]   Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap penguasa tempat itu.

[4]   Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya.

[5]   Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.



Posting Komentar