Selasa, 14 April 2015

RUQYAH URAT KEJEPIT & DADA NYERI


RUQYAH URAT KECEPIT & DADA NYERI


وَنُنَزّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظّالِمِينَ إَلاّ خَسَاراً
Dan Kami turunkan sebagian dari Al Quran ayat yang menjadi penawar / obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (QS. Al-Isra’: 82)


Pernah kami kedatangan pasien seorang mekanik motor dari Pekalongan, jawa tengah dengan tiga macam keluhan, yakni sakit pinggang, sakit pada bagian dada (pernapasan) dan kaki kanannya akibat keseleo.

Setelah saya tanya tentang keluhannya, katanya:
1.      Sakit pinggang. Ia merasakan sakit yang luar biasa saat beraktifitas, seperti ketika sholat, duduk, bangun dari duduk/jongkok dll. Pendek kata dengan penyakit ini ia tidak bisa beraktifitas secara maksimal. Menurut tempat pengobatan yang sudah ia datangi, bahwa penyakitnya adalah urat kejepit.
2.      Dada terasa sakit. Ia merasakan sakitnya saat batuk dan tarik napas panjang.
3.      Kaki kanan, akibat keseleo saat main sepak bola.


Pelaksanaan Ruqyahnya:

1.      Saya awali dengan membaca syahadat, istighfar, shalawat Nabi saw, dzikir lainnya, lalu penyerahan diri kepada Allah dan memohon kepada-Nya.
2.      Setelah saya bacakan doa dan ayat untuk Teknik Melemahkan/Melumpuhkan si pasien langsung bereaksi dengan kepala mulai bergetar dan seolah-olah mau kesurupan. Kemudian saya tepok bagian pinggang yang sakit dan ia langsung muntah dengan semburan yang sangat kuat dan masih muntah sambil saya bacakan ayat-ayat ruqyah mulai dari surat Al-Fatihah hingga Al-Baqarah ayat: 1-5, 102, 255-257, 284-286. 
3.      Kemudian ruqyah saya sudahi setelah kira-kira 30 menit dan pasien sudah tidak muntah-muntah lagi. Menurut penuturan si pasien, setelah muntah yang pertama semua reaksi langsung hilang.
4.      Kemudian pasien saya netralisir dengan doa dan ayat untuk Teknik Penetralisir sisa-sisa energi negatif.
Dan setelah itu dari tiga keluhan penyakit diatas langsung hilang total.  Allah benar-benar menurunkan kemudahan dan ijabahnya, alhamdu lillah.


Postingan ini hanya sekedar berbagi pengalaman dalam memanfaatkan Al-Qur’an sebagai obat segala macam penyakit.


Manusia hanyalah bisa mengobati sedangkan yang menyembuhkan hanyalah Allah swt.


Posting Komentar